Contact Information

Alamat: Komplek Rumah Susun Petamburan Blok 1 Lantai Dasar, Tanah Abang - Jakpus 10260

We're Available 24/ 7. Call Now.
Pegolf Cerebral Palsy Debut di DP World Tour
SHARE:

Jakarta — Seorang pegolf dengan kondisi cerebral palsy berhasil mencatatkan sejarah pribadi dengan berlaga di ajang DP World Tour pekan ini. Kipp Popert, atlet difabel asal Inggris, mendapat undangan spesial untuk bermain di Austrian Alpine Open.

Popert yang didiagnosis menderita cerebral palsy sejak lahir telah membuktikan bahwa keterbatasan fisik bukanlah halangan untuk berkompetisi di level tertinggi. Pada putaran pertama Kamis lalu, ia mencatatkan skor lima-over 75 yang diwarnai tiga birdie, termasuk birdie spektakuler dari jarak 44 kaki di hole 12.

Pegolf berusia 27 tahun ini merupakan salah satu atlet difabel terbaik dunia. Ia telah memenangkan berbagai turnamen golf disabilitas global, termasuk U.S. Adaptive Open tiga tahun berturut-turut. Prestasi ini menunjukkan konsistensinya di level tertinggi golf adaptif.

Perjalanan Popert menuju DP World Tour tidaklah mudah. Beberapa pekan sebelum turnamen, ia harus menghadapi kenyataan pahit setelah DP World Tour menghentikan program Golf for the Disabled Tour yang telah berjalan selama empat musim. Popert sendiri tercatat sebagai 15 kali juara di ajang tersebut.

"Agar anak-anak bisa melihat masa depan dan mendapatkan inspirasi di hari-hari sulit, pemain terbaik dunia perlu bisa bermain secara teratur untuk mencari nafkah," ujar Popert kepada The Guardian. "Itulah yang ingin dicapai DP World Tour dan kami sangat berterima kasih kepada mereka."

Popert menekankan pentingnya kompetisi elit bagi perkembangan olahraga disabilitas. Menurutnya, performa tinggi menjual olahraga dan menciptakan peluang di tingkat akar rumput. Narasi inklusivitas memang luar biasa, tetapi perlu pemahaman bahwa mempertemukan pemain terbaik adalah kunci mendatangkan sponsor.

Pada putaran kedua Jumat lalu, performa Popert meningkat drastis. Ia mencatatkan skor satu-under 69 dengan lima birdie, empat bogey, dan sembilan par. Sayangnya, skor tersebut belum cukup untuk membawanya lolos ke akhir pekan.

Momen paling dramatis terjadi di hole 8 ketika Popert nyaris mencetak eagle. Pukulan kedua dari fairway memantul beberapa kali di green sebelum bola menghantam tepat di tengah tiang bendera dan berhenti hanya beberapa inci dari lubang. Penonton yang menyaksikan langsung bersorak kagum.

Popert yang akrab disapa dengan gayanya yang tenang di lapangan, menunjukkan bahwa golf adalah olahraga yang bisa dinikmati semua kalangan. Kondisi cerebral palsy yang memengaruhi tubuh bagian bawahnya tidak menghalangi ayunan yang presisi dan konsisten.

"Saya hanya bersyukur atas kesempatan ini," kata Popert dalam wawancara dengan akun media sosial turnamen. Ungkapan sederhana itu mencerminkan kerendahan hati seorang atlet yang telah berjuang melampaui batas fisiknya.

Setelah turnamen, Popert mengunggah foto ke akun Instagram-nya yang berasal dari England Golf. Dalam foto tersebut, ia tersenyum lebar. Senyuman itu menjadi simbol kebanggaan dan pencapaian luar biasa bagi seorang pegolf difabel.

Ke depannya, DP World Tour berencana menyelenggarakan turnamen G4D Open tahunan serta acara menjelang Ryder Cup tahun depan. Popert akan terus bermain di mana pun ia bisa, membuktikan bahwa golf adalah olahraga untuk semua orang tanpa terkecuali.

Kisah Kipp Popert menginspirasi banyak pihak, terutama para atlet difabel yang bermimpi tampil di panggung internasional. Dengan tekad dan kerja keras, keterbatasan fisik bukanlah akhir dari segalanya.

Golf sebagai olahraga inklusif terus membuka pintu bagi para atlet dari berbagai latar belakang. Kehadiran Popert di DP World Tour menjadi bukti nyata bahwa industri olahraga semakin menghargai keberagaman dan potensi setiap individu.

SHARE: