Contact Information

Alamat: Komplek Rumah Susun Petamburan Blok 1 Lantai Dasar, Tanah Abang - Jakpus 10260

We're Available 24/ 7. Call Now.
Penélope Cruz: Media Sosial Bahaya untuk Remaja, Ini Solusinya
SHARE:

Jakarta – Aktris pemenang Oscar Penélope Cruz kembali angkat bicara tentang bahaya media sosial bagi anak-anak dan remaja. Dalam wawancara terbaru dengan Porter Magazine, ia menyebut bahwa media sosial bisa menjadi senjata yang sangat berbahaya bagi generasi muda.

Cruz, yang memiliki dua anak bersama suaminya Javier Bardem, mengaku prihatin dengan tantangan menjadi orang tua di era digital. Ia mengingat masa pubertasnya yang sulit dan membayangkan betapa beratnya jika ditambah dengan tekanan media sosial.

"Aku ingat masa pubertas adalah waktu yang sangat menantang bagiku. Aku tidak tahu bagaimana hidupku jika saat itu aku diberi ponsel dengan semua kengerian media sosial," ujar Cruz kepada Porter Magazine.

Aktor asal Spanyol ini menekankan pentingnya menciptakan lingkungan rumah yang aman bagi anak-anak. Menurutnya, orang tua harus bekerja lebih keras untuk membangun kepercayaan dan komunikasi terbuka dengan buah hati mereka.

"Sangat sulit menjadi remaja saat ini; apa yang diberikan kepada anak laki-laki, apa yang mereka tipu untuk dipikirkan," kata Cruz. Ia menambahkan bahwa media sosial adalah jenis manipulasi yang bahkan membingungkan orang dewasa.

Cruz dan Bardem berusaha menghabiskan lebih banyak waktu offline bersama keluarga. Mereka mendorong anak-anak untuk menulis tangan, bermain di luar ruangan, dan berbicara satu sama lain secara langsung.

"Untuk menciptakan lingkungan yang aman di mana mereka merasa bisa menanyakan semua pertanyaan dan berbagi apa pun yang mereka butuhkan. Dan aku akan mendengarkan tanpa menghakimi," tegas Cruz.

Kekhawatiran Cruz bukan tanpa dasar. Sejumlah negara mulai mengambil langkah tegas melindungi anak-anak dari dampak buruk media sosial. Kanada bahkan telah mengajukan RUU yang melarang anak di bawah 16 tahun menggunakan platform digital.

Malaysia juga resmi menerapkan larangan serupa mulai 1 Juni tahun ini. Langkah-langkah ini menunjukkan bahwa masalah kecanduan media sosial pada anak sudah menjadi perhatian global yang serius.

Penélope Cruz sudah lama vokal tentang dampak media sosial pada generasi muda. Pada 2021, ia mengatakan kepada CBS Sunday Morning bahwa ia menggunakan media sosial sangat sedikit dan tidak berencana mengizinkan anak-anaknya menggunakannya hingga usia minimal 16 tahun.

"Aku benar-benar melihat itu seperti melindungi kesehatan mental, tapi aku sepertinya bagian dari minoritas," kata Cruz saat itu. Dalam wawancara dengan Elle pada 2024, ia menyebut anak-anaknya tidak memiliki ponsel dan menggambarkan media sosial sebagai eksperimen kejam pada anak-anak.

Cruz bukan satu-satunya selebriti yang menerapkan aturan ketat soal media sosial. Chrissy Teigen juga mengaku ingin anak-anaknya menjauh dari media sosial hingga setelah lulus SMA.

"Kecuali ada lebih banyak aturan dan regulasi, aku lebih memilih mereka tidak berada di media sosial," kata Teigen dalam wawancara dengan People pada 2024. "Aku ingin mereka aman, bahagia, dan berkembang sebagai anak-anak."

Beberapa pemimpin teknologi juga membatasi akses layar anak-anak mereka. CEO OpenAI Sam Altman mengatakan menjadi ayah mengubah cara pandangnya terhadap algoritma dan infinite scroll. Ia ingin putranya bermain di tanah untuk saat ini daripada tumbuh dengan iPad.

Sayangnya, setengah fitur keamanan anak di platform media sosial dinilai gagal berfungsi. Ini menunjukkan bahwa solusi teknis saja tidak cukup tanpa pengawasan orang tua yang ketat.

Google baru-baru ini menyelesaikan gugatan terkait dugaan kecanduan media sosial pada anak. Perkembangan ini menunjukkan bahwa industri teknologi mulai menghadapi tekanan hukum dan sosial untuk melindungi pengguna muda.

Pesan Cruz kepada orang tua di seluruh dunia jelas: ciptakan rumah yang aman, bangun komunikasi terbuka, dan batasi akses anak-anak ke media sosial. Kesehatan mental generasi muda sedang dipertaruhkan.

SHARE:

DDR4 dan Prosesor Intel Generasi ke-10 Comeback di 2026

Inggris Coba Deteksi Gagal Jantung Pakai Oura Ring 4