Genzone.id - PT Telkom Akses, sebagai operating company Telkom Indonesia, telah menyatakan kesiapan penuh untuk mendukung kelancaran layanan telekomunikasi nasional selama periode siaga Ramadan dan Idulfitri (RAFI) 2026. Perusahaan mengerahkan lebih dari 20 ribu teknisi yang tersebar di seluruh Indonesia untuk memastikan kualitas jaringan tetap prima. Kesiapan ini mencakup pengoperasian posko terintegrasi, dukungan logistik memadai, dan penguatan koordinasi operasional.
Langkah ini diambil untuk mengantisipasi peningkatan aktivitas digital masyarakat selama momen penting tersebut. Peningkatan trafik data dan komunikasi selalu terjadi jelang dan selama hari raya. Upaya serupa juga dilakukan oleh operator lain, seperti yang terlihat dari lonjakan trafik Indosat di periode serupa.
Struktur Posko dan Kesiapan LogistikUntuk memperkuat pengawasan, Telkom Akses mengoperasikan 4 posko area, 15 posko regional, dan 61 posko branch di seluruh Nusantara. Posko-posko ini menjadi tulang punggung sistem koordinasi operasional yang terintegrasi. Tujuannya adalah memastikan penanganan layanan di lapangan berjalan cepat dan efektif.
Dari sisi logistik, perusahaan menyiagakan warehouse di setiap posko branch. Hal ini untuk menjamin ketersediaan material dan perangkat kerja tetap terjaga. Kesiapan infrastruktur pendukung menjadi kunci dalam menjaga stabilitas jaringan.
Baca Juga:
Dari sisi operasional, Telkom Akses mengerahkan total 20.936 personel teknis. Rinciannya adalah 9.927 teknisi I-OAN (Integrated Operation Access Network) dan 8.797 teknisi Provisioning. Selain itu, terdapat 1.514 teknisi External Business dan 698 teknisi wilayah khusus.
Pengerahan massal ini menunjukkan skala kesiapan yang luar biasa. Tujuannya adalah menutupi semua titik kritis jaringan secara merata. Kolaborasi internal dalam grup juga diperkuat, seperti upaya Telkomsel jaga jaringan saat Lebaran.
Peran Penting Posko NasionalSebagai pusat pengendalian, Telkom Akses mengoperasikan satu Posko Nasional di Graha Telkom Akses, Jakarta Barat. Posko ini berfungsi sebagai pusat koordinasi utama. Tugasnya memonitor kesiapan jaringan secara real-time dan memantau penanganan gangguan.
Posko Nasional juga mengawal operasional layanan di seluruh wilayah Indonesia selama RAFI. Pengawasan terpusat seperti ini memungkinkan respons yang lebih terkoordinasi. Inovasi teknologi juga diterapkan, misalnya pemanfaatan AI dan jaringan otonom untuk efisiensi.
Pernyataan Direktur Operasi Telkom AksesDirektur Operation Telkom Akses, Ambari, menegaskan bahwa kesiapan siaga RAFI tidak hanya tentang jumlah personel. Kedisiplinan operasional dan respons cepat dalam menjaga kualitas layanan juga sangat menentukan. Pernyataannya disampaikan pada kegiatan Kick off Posko TelkomGroup Siaga RAFI 2026.
“Seluruh tim harus menjalankan disiplin operasi secara konsisten,” ujar Ambari. Disiplin itu meliputi kehadiran tepat waktu dan kesiapan material. Pengawalan order serta kualitas layanan sesuai SLA juga menjadi prioritas utama.
Sikap Proaktif dan Kolaborasi StakeholderAmbari juga menekankan pentingnya sikap proaktif dan responsif selama periode siaga. Seluruh personel diminta siap menerima dan menindaklanjuti setiap eskalasi order layanan. Progres penanganan harus diperbarui secara berkala untuk transparansi.
Keberhasilan Posko RAFI 2026 juga ditentukan oleh kolaborasi yang solid. Kolaborasi dilakukan dengan seluruh pemangku kepentingan, termasuk ekosistem TelkomGroup. Dukungan mitra kerja di berbagai wilayah juga sangat vital untuk kesuksesan operasi.
“Seluruh personel harus terus memperkuat koordinasi dan saling mendukung dengan stakeholder,” tutup Ambari. Tujuannya agar setiap tantangan operasional dapat ditangani secara cepat dan tepat. Sinergi semacam ini menjadi kunci menghadapi lonjakan permintaan.
Melalui kesiapan posko operasional, dukungan logistik, dan puluhan ribu teknisi, Telkom Akses optimistis dapat menjaga kualitas layanan. Masyarakat diharapkan tetap dapat menikmati layanan telekomunikasi yang andal. Layanan prima ini sangat dibutuhkan di momen kebersamaan Ramadan dan Idulfitri 2026.